Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jampang Ketika masih menjadi lautan - sukabumi kita

Megalodon gunung sungging jampang, jampang surade posil, penemuan, musium gunung sungging, sukabumi jawabarat
Jejak kehidupan laut purba jampang sukabumi jawabarat

                                                                                 
SUKABUMIKITA.COM - Selasa/02/2021
Pada kala Miosen  ( 23 juta - 12 juta tahun yang lalu ) daratan Pajampangan yang kini berbukit-bukit ini dulunya adalah merupakan wilayah lautan yang kaya akan keanekaragaman mamalia laut, keanekaragaman seperti ini memungkinkan keberadaan predator besar dan kuat seperti Megalodon, untuk mendiami kawasan ini sebagai puncak pada rantai makanan.
Lihat Video Kami lebih banyak di youtube. SUKABUMI KITA

Pada saat megalodon masih mengarungi lautan purba jampang, bumi mengalami perubahan global yang berdampak terhadap kehidupan di laut.
Berbagai peristiwa kebumian seperti perubahan iklim Miosen yang mengakibatkan meluasnya gletser di wilayah kutub ( glasiasi wilayah kutub ), serta pengaruh pergerakan lempeng tektonik (subduksi ) yang memicu aktivitas vulkanik diduga menjadi salah satu faktor penyebab kepunahan Megalodon.
Sementara itu fluktuasi permukaan laut terbesar pada masa Kenozoikum berlangsung pada Plio-Pleistosen sekitar 5 juta hingga 12 ribu tahun yang lalu, dan hal ini juga mungkin menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kepunahan Megalodon dan Megafauna laut lainnya.

Perubahan ini ( terutama penurunan permukaan laut ) diduga kuat mengurangi perairan air hangat yang dangkal yang merupakan habitat Megalodon, yang dimana kini kawasan-kawasan tersebut telah menjadi daratan dan bukit-bukit yang menyimpan banyak fosil-fosil mamalia dan biota laut lainnya yang tersingkap ke permukaan.

Kebanyakan fosil-fosil mamalia laut serta biota laut ini ditemukan tertanam dalam batuan sedimen pada formasi Cibodas ( Satuan batu gamping, Sebagai tufaan dan batu pasir gampingan. Sukamto1975 ).

Melalui proses yang panjang, sedimen-sedimen tersebut dapat tersusun secara berlapis-lapis membentuk strata ( tingkatan ). Setiap lapisan strata, disebut tataan fosil yang sangat berguna bagi ilmuwan untuk menjelaskan sejarah kehidupan dibumi.
                                                                                 
Temukan kami di :
 Youtube  SUKABUMI KITA  
 Facebook  SUKABUMIKITA.COM
 Instagram  @sukabumikitacom
Lihat juga 👇