Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 


H. Saepudin, Pengobatan Vitalitas Manjur Cucu Pertama Mak Erot Tanpa Efek Samping

H. Saepudin, Cucu Pertama Mak Erot
Pengobatan Vitalitas Manjur Cucu Pertama Mak Erot yang jadi turun temurun juga memberikan garansi jika kurang memuaskan.
SUKABAUMIKITA.com
Bagi seorang pria dewasa yang telah berkeluarga, keperkasaan merupakan sebuah kunci membina rumah tangga yang harmonis.

Namun, jangan salah banyak pria dari berbagai latar belakang yang mengalami permasalahan keperkasaan sehingga menurunkan kepercayaan. Jangan khawatir, sebab hadir solusi yang telah teruji turun temurun, yakni pengobatan alat vital pria dan wanita yang terbukti ahli dan asli keturunan Mak Erot.

H. Saepudin, cucu pertama Mak Erot yang merupakan anak dari Hj. Khodijah. Ia merupakan pewaris pengobatan Mak Erot yang telah melakukan praktik pengobatan vitalitas sejak puluhan tahun lalu. 
H. Saepudin beralamat di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi (patokan Masjid Jami Cigadog).

H. Saepudin mengatakan, dirinya mendapat amanat langsung dari Mak Erot untuk melanjutkan keahlian dalam pengobatan vitalitas, baik pria maupun wanita.

"Jadi ini jelas sejarah Mak dulu, Mak dulu sakit-sakitan terus cari orang pintar, lari ke H Marsa'id, Mak Erot suka menghidupkan barang mati, apa barang mati, diingat-ingat selama satu minggu, ternyata barang yang impoten, setelah itu orang pada tahu, mulut ke mulut sampai ke kota pada tahu Mak Erot bisa mengobati penyakit pada alat vital," ujarnya.

"Saya cucu paling tua dari Mak Erot, alhamdulillah pengobatan ini sudah ada buktinya, baik di kampung maupun di kota juga ada," jelasnya.

Dalam pengobatan tersebut tidak dilakukan sembarangan, ia mengatakan, berdasarkan amanat Mak Erot pengobatan harus dilakukan dengan baik dan juga benar. Dan paling utama ia juga diamanatkan untuk tidak meninggalkan ibadah.

Di usianya yang sudah tidak muda, H. Saepudin menurunkan ilmu pengobatan warisan Mak Erot ini ke anaknya, yakni Muhammad Dasep dan Nendi.

Muhammad Dasep mengatakan, dalam mewarisi pengobatan ini tidak bisa langsung mempraktekan, awal mulanya harus menjalani sejumlah anjuran, salah satunya berpuasa.

"Pengobatan yang benar itu gak bisa langsung diterapikan, ada pelajaran dulu, ada syarat yang harus dijalani dulu semacam berpuasa, membutuhkan waktu sekitar 20 hari," ucapnya.

Jenis ramuan yang dipakai dalam pengobatan ini adalah ramuan tradisional, terdapat ketan (lemeng), terong pancasona, air ramuan, minyak, dan dalam mengkonsumsi ramuan tersebut harus ganjil.

Sementara itu Nendi mengatakan, sebelum pengobatan dapat berkonsultasi secara gratis dengan menghubungi nomor telepon 0813-1157-4047 dan 0812-9795-7470.

Menurut Nendi yang berobat biasanya datang langsung. 
Mereka rata-rata ada yang dari warga lokal, luar kota bahkan mancanegara.

"Konsultasi 24 jam gratis. 
Untuk yang berobat alhamdulillah sudah banyak yang dari luar kota ada, luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Brunei juga banyak," jelasnya.

Untuk hasil tentu sudah tidak diragukan, mereka menuturkan hasil langsung bisa terlihat. 
Untuk lama pengobatan pun bervariasi tergantung keluhan pasien, ada yang 30 menit hingga 1 jam. 
Nendi mengatakan, pengobatan ini tanpa efek samping dan hasil seumur hidup.

"Kita juga ada garansi, kita menekankan agar hasil maksimal untuk pasien jangan sampai melanggar pantrangan yang telah ditentukan," tegas H. Saepudin.

Jika anda penasaran bisa langsung datang ke rumah H. Saepudin
Atau ke cabangnya di Jalan Masjid Attaqwa, Kecamatan Jati Sempurna Cibubur, Kota Bekasi.*
                                                    
Temukan kami di :
 Youtube   SUKABUMI KITA
 Facebook   Sukabumikita.tv
 Instagram  @sukabumikitacom