Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Harga Bahan Sembako di Pasar Semi Modern Palabuhanratu Merangkak Naik

Harga Bahan Sembako di Pasar Semi Modern Palabuhanratu Merangkak Naik
Harga Bahan Sembako di Pasar Semi Modern Palabuhanratu Merangkak Naik

SUKABUM KITA - Berikut beberapa harga Sembako yang mengalami kenaikan di Pasar Semi Modern Palabuhanratu menjelang tahun baru 2022.

Bahan Sembako yang alami kenaikan ini salahsatunya Cabai rawit, harga daging ayam, dan telur yang terus merangkak naik. 

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun dari pencatat harga di PSM Palabuhanratu.
Harga cabai rawit dari pekan lalu sudah alami kenaikan, dan kini bertambah kembali Rp 10ribu per Kilogram dari Rp 70ribu per Kilogram, menjadi Rp 80ribu per Kilogram. 

Sementara untuk harga daging ayam potong, dari Rp 37ribu menjadi Rp 38ribu per Kilogram, 
Telur ayam dari Rp 27ribu menjadi Rp 30ribu per Kilogram,
Bawang putih Rp 20ribu per Kilogram menjadi Rp 25ribu per Kilogram.

Maulana, selaku pencatat harga pasar mengatakan. 
Kenaikan Bahan Sembako tersebut sudah terjadi sejak  beberapa pekan lalu. 

"Naiknya bervariasi, kenaikan harga tiga bahan sembako itu sejak minggu kemarin sebelum Natal, minggu sekarang naik lagi," ujar Maulana  (29/12/2021). 

Menurut maulana sendiri, kenaikan bahan sembako tersebut di akibatkan karna petani seringnya gagal panen. 

"Faktor kenaikan karena cuaca hujan banyak petani gagal panen, ditambah jelang akhir tahun ini banyak permintaan, sementara pasokan gak ada penambahan sehingga para pedagang terpaksa menaikan harga," Ujar Maulana. 

Sambung Maulana, untuk harga lainnya masih stabil, seperti beras premium masih di angka Rp 10ribu per Kilogram, minyak goreng kemasan Rp 10ribu per Liter, daging sapi dan kerbau Rp 120ribu per Kilogram, cabai merah Rp 40ribu per Kilogram, bawang merah Rp 20ribu per Kilogram.

Sementara itu dengan kenaikan sembako di keluhkan oleh Novi (36 tahun) pemilik warung makan di jalan raya Citepus mengatakan. 
sangat dirugikan dengan kenaikan  sembako lainnya, Ia terpaksa harus mengurangi porsi masakan yang dihidangkan untuk pembeli.

"Ya mau gak mau, formulasi masakan dikurangi, bumbu cabai nya kan naik, kalau gak gitu bisa rugi saya jualan," ungkapnya. 

Novi berharap kenaikan sembako ini tidak berlangsung lama agar jualannya kembali normal terlebih lagi akan memasuki musim liburan. 

"Mudah mudahan ada intervensi, ada solusi dari pemerintah agar harga harga sembako gak naik terus," tandasnya.***