Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang Yang Menyalahi Aturan di Palabuhanratu

Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang Yang Menyalahi Aturan di Palabuhanratu
Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang Yang Menyalahi Aturan di Palabuhanratu

SUKABUMI KITA - Satpol PP bongkar beberapa lapak pedagang kaki lima (PKL) yang nekat masih berjualan meskipun menyalahi aturan yang sudah di tetapkan. 

Seperti berjualan di trotoar 
Jalan Raya Siliwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (29/12/2021).

Dalam keterangannya, Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Wawan Gunawan mengatakan.

Sudah beberapa kali di lakukan peringatan untuk tidak berjualan di atas trotoar, sebelum dilakukan penertiban. 

Menurutnya, penertiban dilakukan dalam melaksanakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sukabumi nomor 3 tahun 2018,

Tentang perubahan atas Perda nomor 10 tahun 2015 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. 

"Ini sudah beberapa kali kita lakukan, pertama peringatan-peringatan terkait penegakan Perda. 

Tentunya dalam rangka menjelang tahun baru sesuai dengan intruksi pimpinan harus dibenahi dari sisi lalu lintas, kemudian dari sisi PKL, kondisi Palabuhanratu adalah menjadi favorit untuk para wisata lokal maupun dari luar," ujarnya. 

"Seyogyanya kami dengan TNI Polri dan Dinas intansi terkait, bekerja sama dalam rangka penertiban sekaligus untuk mensejahterakan atau untuk meleluasakan masyarakat dalam berwisata ke Palabuhanratu," jelasnya.

Dalam penertiban itupun, anggota Satpol PP mengangkut sejumlah barang pedagang mainan milik PKL yang ditertibkan.

Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Wawan Gunawan mengatakan, pedagang dibolehkan mengambil kembali barang yang disita di kantor. 

"Hari ini kami mencoba mengangkut barang-barang yang memang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Jelas kalau untuk barang sifatnya adalah sitaan sementara.

Dipersilahkan untuk datang ke Mako Pol PP dan kami otomatis akan membina memberikan surat pernyataan sesuai dengan prosedur aturan yang ada, dan boleh berjualan kembali dan tentunya jangan ditempat yang dilarang oleh aturan menurut ketentuan yang berlaku," ucapnya. 

Sementara itu, salah seorang pedagang yang terjaring razia. 
Mulyadi (32) mengaku salah dan pasrah ketika petugas Satpol PP menertibkan dan menyita barang dagangannya berupa mainan. 

Ia mengaku telah diberikan peringatan oleh Satpol PP untuk tidak menempatkan barang dagangan di trotoar. 
Namun, karena ia merasa Satpol PP tidak datang menertibkan, dirinya kembali menyimpan dagangannya di trotoar. 

"Seminggu gak ada nih Pol PP, saya kedepanin lagi, ya sekarang gak ada pemberitahuan sikat langsung habis, ada barang-barang bukti diambil, ada bangku, sapu sama karpet, tapi bisa diambil lagi, tapi sekarang gak tau nanti dikasih surat, kalau bisa jangan lama, ini kedua kali," katanya.***